SAYA BUTUH BANTUAN DAN KOREKSI DALAM MASALAH SAYA

As salamu ‘alaykum wr wb

bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi. Ammaa ba’du

Tulisan ini sebagai curhat dari saya sebagai artikel original dari pengalaman saya sewaktu masih menganut islam almanhaj ahlus sunnah wat tauhid ala syekh muhammad ibnu abdul wahhab dan syekh albani. waktu itu saya juga mendapat tugas untuk berdakwah semampu saya terutama pada orang orang di sekitar saya meskipun saya sadar bahwa saya belum ahli dalam ilmu syariat alqur-an dan alhadits tapi usaha sebagai usaha menyampaikan kebenaran pada setiap orang yang saya kasihi. Sampai pada suatu waktu saya berdakwah menyusuri tempat tempat ibadah yang sebelum nya sudah saya rencanakan dan sudah punya teman seperjuangan di tempat tempat itu. Seperti biasa saya menyampaikan dakwah tauhid dan manhaj sunnah ala salafi dalam masalah tauhid saya mendapat pertanyaan dari jemaah yang terus terang saya tidak mampu menjawabnya. apalagi secara ilmiyah, dengan ideologi atau perbandingan pun saya tidak mampu. Kepada mereka saya akui bahwa itu semua karna saya ini memang bodoh mungkin karna saya masih baru dalam manhaj ini. Bukan karna tak ada jawaban nya. tapi saya berjanji pada mereka akan mencarikan jawaban nya Kepada senior senior saya. Tapi sayangnya bersamaan dengan kesibukan dalam memenuhi tugas keluarga – saya tak punya kesempatan sampai sekarang untuk menanyakan hal itu. Oleh karna itu saya tulis ini dengan harapan akan ada ustadz yang bisa membantu saya.

pertanyaan pertanyaan itu timbul karna penyampaiaan saya tentang masalah tabarruk dengan kuburan orang yang mereka anggap soleh dan wali. saya utarakan kepada mereka bahwa : Tabarruk ini tasyabbuh pada yahudi dan syiah, itu syirik, atau potensi syirik, menyembah kuburan, berdoa ke kuburan, menduakan tuhan, seperti cerita kaum nabi nuh (kalau tidak salah) dimana patung para sholihin yang di sembah, yakni patung masakini adalah kuburan walisongo, kepercayaan ini hanya ada pada muslim indonesia, sebagai kepercayaan baru, otomatis mengurangi sifat kuasa tuhan,memberikan sifat sifat tuhan kepada kuburan, dituduh ini itu dan seterusnya.

muncullah respon dari jema’ah mesjid jamik’ itu bahwa jika dalam hal kepercayaan baik dalam hak atau batalnya harus dengan dalil qoth’ei dan pemahaman yang qoth’ei maka semua harus di jelaskan dengan yang jelas. Demikian jelasnya. karna menurut mereka ajaran islam yang di bawa oleh ulama aswaja akan boleh nya melakukan tabarruk kepada ulama yang sudah di akui sejarah akan kesholehan nya dan kepada perkara perkara yang di tinggikan oleh agama islam. seperti air zamzam, bekas pakaian nabi saw, dan ayat ayat alqur-an, dan bumi dimana kekasih kekasih allah ada di permukaan nya. seperti tabarruk yang di lakukan oleh kaum ashabul kahfi di areal pemakaman ashabul kahfi, dengan arti hanya di lakukan pada hal yang baik dalam penilaian agama dan sudah di pastikan bahwa allah meletakkan ihsan nya di dalam nya yakni yang punya nilai sakral. seperti tongkat nabi nuh yang punya nilai sakral. seperti juga tabarruk dengan ulama yang sudah di akui sejarah akan kesholehan nya dan kepada perkara perkara yang di tinggikan oleh tuhan atau kepada perkara yang di jadikan oleh tuhan sebagai sebab syiar ketinggian dan kesempurnaan tuhan. Seperti hajar aswad, jika memang tampa kebaikan (nilai syakral) maka nabi saw takkan memulyakannya. Ihwal nabi saw tak ada yang sia sia.

Semua itu menurut mereka tidak mensyirikkan sesuatu kepada tuhan, tidak menuhankan, tidak meng-ibadahi, tidak menyembah, tidak mensifati dengan sifat tuhan, tidak membatasi kuasa tuhan dengan sesuatu, tidak menduakan sifat atau pekerjaan tuhan pada perkara lain, tidak menisbatkan sesuatu itu kepada tuhan kecuali sesuatu tersebut adalah makhluk nya yang bisa saja di jadikan sebab musabbab oleh tuhan setelah memang sudah menjadi kebiasaan tuhan dalam menjadikan nya sebagai sebab. Demikian rangkuman respon dan pernyataan dari mereka kepada saya. Dan merekapun melontarkan pertanyaan yang saya maksudkan tadi. Saya rangkum menjadi seperti di bawah ini.

adakah dalam terjemahan alqur-an, hadits, atsar, atau qoul ulama salaf keterangan :

(1) tentang alasan syirik karna meyakini atau mengharap kebaikan tuhan dengan melakukan kebaikan yang di nilai baik oleh agama?

(2) tentang alasan syirik karna meyakini atau mengharap turun nya barokah dengan melakukan perkara yang di nilai baik oleh agama?

(3) tentang alasan syirik karna meyakini atau mengharap turun nya barokah dengan mengenakan sesuatu yang di nilai baik oleh agama?

(4) tentang alasan syirik karna meyakini atau mengharap turun nya barokah dengan menghampiri/pergi ke/ menempati sesuatu yang di nilai baik oleh agama?

(5) tentang alasan syirik karna meyakini atau mengharap turun nya barokah dengan meyakini ada nya kebaikan allah yang di semaikan di dalam sesuatu yang baik menurut agama?

(6) bahwa para musyrikun yang di sebut dalam alqur-an yang yakin akan kerububiyahan allah itu adalah muwahhid (ahli tauhid) walaupun hanya dalam satu sisi. yakni muwahhidur robbi atau muwahhidul ilah?

(7) bahwa para musyrikun yang di sebut dalam alqur-an yang yakin akan keuluhiyahan allah itu adalah muwahhid (ahli tauhid) walaupun hanya dalam satu sisi?

(8) bahwa syirik itu karena alasan berbicara dengan orang yang mati?

(9) bahwa syirik itu karena alasan meyakini orang yang mati itu dapat menjadi wasilah terkabul nya doa?

(10) bahwa syirik itu karena alasan menyembah dan berdoa kepada allah untuk ahli kubur kemudian meyakini bahwa dengan demikian maka allah akan cepat mengabulkan doa nya?

(11) bahwa syirik itu karena alasan beranggapan bahwa orang yang mati dapat mendengar orang yang hidup dan dapat mendoakan mendoakan orang yang hidup? (kata mereka tidak pernah mendengar hadits yang menjelaskan ini kecuali hanya qiyas aulawi versi tambahan manhaj wahhabi)

(12) bahwa syirik itu karena beranggapan bahwa amalan tabarruk baik yakin atau tidak yakin terhadap keyakinan keyakinan diatas itu dapat menjadi wasilah allah cepat mengabulkan doa dengan sebab cinta kepada ahli kubur dan berdoa untuk mereka?

(13) bahwa terdapat perbedaan makna antara robb (dengan makna :tuhan) dan ilaah (dengan makna :sesembahan) bagi orang islam dalam hal tauhid?

(14) bahwa orang islam yang bersaksi atas keyakinan bahwa ‘tiada tuhan yang berhak di sembah kecuali allah’ itu adalah musyrik?

(15) bahwa orang islam yang bersaksi atas keyakinan bahwa ‘tiada tuhan yang berhak di sembah kecuali allah dan tiada apapun muatstsir kecuali allah’ itu adalah musyrik?

(16) bahwa syirik itu karena alasan meyakini atau berpengharapan besar akan mendapat barokah dari allah yang semaikan allah kepada seorang syekh mati dengan cara menziarahi kuburan nya, mendoakan nya kepada allah,?

(17) bahwa syirik itu karena alasan meyakini ada nya tempat yang berbarokah karena di tempat itu ada kekasih allah dan disanalah pintu nya?

(18) tentang perbedaan tawassul kepada orang hidup dengan tawassul pada orang mati, selain qiyas aulawi versi tambahan manhaj salafi?

(19) bahwa kematian sesorang menjadi alasan kesyirikan orang yang bertawassul dengan nya oleh karena beranggapan bahwa orang yang sudah mati itu dapat mendoakan nya pula kepada allah di alam dimana dia berada?

(20) tentang potensi syirik secara khusus ketika menziarahi kuburan ulama dan para sholihin?

(21) tentang kesyirikan seseorang yang sengaja menziarahi kuburan para auliya’?

(22) tentang tawassul dan tabarruk itu adalah otomatis mensyirikkan sesuatu kepada tuhan, menuhankan, meng-ibadahi, menyembah, mensifati dengan sifat tuhan, membatasi kuasa tuhan dengan sesuatu, menduakan sifat atau pekerjaan tuhan pada perkara lain, menisbatkan sesuatu yang tidak senonoh kepada tuhan,?

(23) bahwa oleh karena sesuatu itu (tawassul dengan makhluk sholeh yang beda alam) tidak dilakukan oleh shohabat atau tidak tsubut menurut versi manhaj wahhabi atau karena tidak tercatat khusus dalam shohihain maka “tarku l fi’lihi atau ‘adamu tsubutihi atau ‘adamu riwayatihi fis shohihaini khossson” nya menjadi alasan kesyirikan dan keharaman jika di kerjakan menurut ulama salaf atau kholaf?

(24) bahwa ayat dan hadits yang anda (penganut manhaj wahhabi) ajukan dalam menghukumi tasyabbuhnya tabarruk dan tawassul, atau syiriknya, itu sudah sesuai asbabun nuzul, asbabul wurud dari ayat dan hadits tersebut ketika anda memaksa (takalluf) untuk meng-qiyaskan nya pada kenyataan yang kami (aswaja) lakukan sehingga illatnya sama atau hanya menurut ideologi anda?

(25) dan seterusnya, untuk sementara hanya itu yang saya ingat. insya allah saya lanjutkan lagi pertanyaan nya kalau saya ingat. Atau dengan susunan yang lebih jelas. dst.

Catatan : yang mereka tanya itu keterangan langsung dari alqur-an, hadits, atsar, atau qoul ulama salaf. bukan kesimpulan atau ideologi manhaj wahhabi.

oleh karena semua apa yang saya sampaikan kepada mereka itu hanya mereka dengar dari manhaj wahhabi, dengan pengakuan bahwa itu adalah sesuai pemahaman ulama salaf atau bahkan ulama kholaf maka saya di minta untuk adil. dengan cara melakukan dua hal. pertama dengan cara menjelaskan ilmu tentang syirik versi ulama aswaja dan kedua dengan cara mendatangkan dalil dari apa yang saya dakwahkan langsung dari ulama salaf atau kholaf. yang berbentuk qouli atau haliy. bukan hanya kesimpulan kesimpulan tambahan manhaj wahhabi menurut mereka seperti dalam kitab tauhid yang saya bawa waktu itu.

Demikian curhat dari saya terima kasih atas perhatian dan bantuan nya. Was salamu ‘alaikum wr wb.

Iklan