PEMBODOHAN YAHUDI DENGAN MEMOTONG DAN MEMANIPULASI AYAT TIGA AZ-ZUMAR DEMI UNTUK MENGKAFIRKAN SELURUH UMAT ISLAM.
.
simaklah ayat 3 az zumar di bawah ini dengan teliti beserta tafsir nya dari imam ibnu katsir dan dari imam al-haromain.
.
3. “Ingatlah, Hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar”. (az-Zumar: 3)
.
Terjemahan dari Tafsir ibnu katsir
.
diriwayatkan oleh Jawaibir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ayat ini (az- Zumar:3) turun berkenaan dengan tiga suku bangsawan: ‘Amir, Kinanah, dan Bani Salamah, yang menyembah berhala. Mereka menganggap bahwa malaikat itu putri-putri Allah, serta penyembahan terhadap berhala-berhala itu hanyalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ayat ini (az- Zumar: 3) turun sebagai penegasan dari Allah bahwa ucapan mereka itu hanyalah dusta belaka dan kedustaannya itu akan dibuktikan kelak di akhirat.
.
Terjemahan dari tafsir jalalain
.
Tafsir Jalalain 3. (Ingatlah, hanya kepada Allahlah ketaatan yang murni itu) tiada seorang pun yang berhak menerimanya selain- Nya. (Dan orang-orang yang mengambil selain-Nya) yang mengambil berhala-berhala (sebagai pelindung) mereka adalah orang-orang kafir Mekah yang mengatakan, (“Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.”) yakni untuk mendekatkan diri kami kepada-Nya. Lafal Zulfaa adalah Mashdar yang maknanya sama dengan lafal Taqriiban/mendekatkan diri. (Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka) dan kaum Muslimin (tentang apa yang mereka berselisih padanya) tentang masalah agama, maka kelak orang-orang yang beriman akan masuk surga dan orang- orang yang kafir akan masuk neraka. (Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang yang pendusta) yaitu orang yang mengatakan terhadap Allah, bahwa Dia mempunyai anak (lagi sangat ingkar) karena menyembah kepada selain- Nya.
.
Point point penting yang terdapat pada ayat ini :
.
(a) isim dhomir “hum” itu kembali pada berhala berhala yang menurut ahli makkah berhala berhala itu adalah patung patungnya malaikat dimana malaikat malaikat itu adalah putri putri allah seperti di jelaskan pada ayat yang ke 4 azzumar lanjutan ayat ke 3 tersebut.
.
(b) pengakuan mereka bahwa mereka menyembah berhala hanya untuk mendekatkan diri pada allah (yakni mereka tidak mengaku telah menuhankan berhala padahal jelas jelas mereka menyembah berhala dan memperanakkan allah dengan berhala itu), pengakuan ini di dustakan oleh allah swt dalam ayat 3 azzumar sendiri. jadi alasan kekafiran mereka bukan karena menjadikan berhala sebagai pendekat kepada allah. terbukti alasan ini di dustakan oleh allah swt.
.
Sebelum mengeluarkan pernyataan dusta ini, ahlu makkah itu memang sudah kafir dari dahulunya, oleh karena itu di dakwahi tauhid oleh nabi saw tapi mereka ngelles dengan cara membuat pernyataan bahwa apa yang mereka lakukan itu juga mau taqorrub sama allah seperti inti dakwah tauhid nabi saw yang di hadapkan kepada mereka. jadi kekafiran mereka itu bukan karena pernyataan palsu ini.
.
(c) alasan kekafiran mereka adalah karena menuhankan berhala berhala dan memperanakkan tuhan (sehingga anak anak tuhan itu juga menjadi tuhan atau bagian dari tuhan) seperti dalam asbabun nuzulnya tadi.
.
(d) taqorrub adalah mendekatkan diri pada allah artinya mendekatkan diri pada rohmat dan keridloan allah. sebab allah swt tidak ada pada arah atau tempat. apalagi taqorrub itu dengan amal kebaikan bukan dengan berlari lari kepada nya. taqorrub pada rohmat allah untuk dunia atau akhirat dengan melalui amalnya orang lain yakni sifat kesholehan orang sholeh atau sifat kemulyaan benda yang dimulyakan allah itu di sebut tawassul atau tabarruk. jadi tawassul dan tabarruk ini hampir sama atau bahkan sama saja dalam kenyataan nya.
.
kembali pada maksud akan di tulisnya artikel ini
.
diantara bukti bukti jelas bahwa orang yahudi yang pura pura masuk islam itu telah berusaha mengkafirkan seluruh umat islam (agar islam saling mengkafirkan) salah satu nya adalah dengan memenggal menggal dan memanipulasi ayat alqur-an sehingga bertolak jauh dari maksud alqur-an sekaligus untuk mendukung konsep takfir rilisan mereka itu.
.
salah satu ayat yang di penggal penggal pemahaman nya agar cocok dengan konsep takfir yahudi ini adalah ayat 3 surat azzumar. seperti contoh dalam url ini :
.
aburuqoyyah.blogspot-com/2012/05/bukan-karena-mereka-menjadikan-berhala.html (ganti tanda ” – ” yang pertama dengan titik ” . ” untuk mengunjungi url)
.
inti dari penjelasan dalam artikel yahudi pada url tersebut dapat di simpulkan sebagai berikut :
.
(a) kekafiran mereka bukan karena menjadikan berhala itu sebagai sesembahan, tapi karena menjadikan berhala itu sebagai wasilah untuk taqorrub (mendekatkan diri) pada (rohmat) allah swt.
.
ini adalah pemahaman yang terbalik dan dusta belaka. sebab sudah jelas kekafiran itu salah satunya adalah karena menuhankan berhala dengan tujuan apapun. sebab alasan kekafiran nya itu bukan tujuan nya, tapi penuhanan nya.
.
(b) salah satu perkara yang dapat menyebabkan kekafiran adalah berwasilah -via makhluk walaupun sholeh -kepada allah saw.
.
padahal tidak akan pernah ada keterangan semacam ini dari alqur-an, alhadits, atsar, ataupun qoul ulama mutaqoddimin atau mutaakhkhirin tentang alasan kekafiran itu karena ingin taqorrub (mendekatkan diri) pada allah. baik dengan amal ataupun dengan dzat. kecuali dengan cara yang salah. seperti dengan cara maksiat atau memang menuhankan dzat.
.
di dalam ayat ini, alasan kekafiran mereka adalah menuhankan patung dan menjadikan nya sebagai anak tuhan. bukan karena tujuan nya. (taqorrub yakni tawassul) sebab tujuan nya yakni pengakuan untuk taqorrub yakni tawassul itu di dustakan oleh allah.
.
(c) taqorrub yakni tawassul yang di lakukan umat islam aswaja itu sama dengan taqorrub yakni tawassul yang di lakukan ahli makkah jahiliyah.
.
kenapa bisa sama atau sama persis? karna sama sama menjadikan perkara lain sebagai pendekat (wasilah untuk taqorrub) pada allah swt dan sama sama tidak ada maksud menuhankan nya.
.
Apanya yang sama padahal menurut allah swt sebagaimana dalam ayat tersebut mereka itu tidaklah sedang bertaqorrub yakni bertawassul kepada nya. pengakuan mereka akan hal itu adalah dusta (pada kelanjutan ayat tersebut). ini berarti adalah penyamaan kepada perkara yang tidak ada. dan mereka itu percaya pada kedustaan ahlu makkah.
.
dikira nya, taqorrub nya dengan dzat itulah yang dilarang dalam ayat ini. padahal ayat ini tidak sedang menjelaskan tentang hukum taqorrub via dzat. tapi menjelaskan pengakuan ahlu makkah yang ngaku taqorrub dengan dzat itu hanyalah dusta belaka.
.
(d) membenarkan pengakuan dusta ahli makkah yang jelas jelas di dustakan oleh allah sw. lebih percaya pada kedustaan orang kafir dari pada membenarkan penjelasan allah. ini mengartikan bahwa mereka telah memenggal ayat tersebut.
.
(e) menyamakan sesuatu yang ada (tsubut) dengan sesuatu yang tidak ada (bathil). ini mengartikan bahwa agama mereka di bangun atas angan angan dan takhayyul. sebab mereka melupakan asbabun nuzulnya (kenyataan pada agama ahlu makkah dimana ayat ini turun karena nya) sehingga kaburlah maksud yang sebenarnya dari ayat itu demi untuk menyamakan orang islam dengan orang kafir.
.
(f) kata kata “menuhankan” itu sudah bisa terjadi dengan cara “menjadikan sesuatu sebagai wasilah kepada allah” secara mutlak.
.
dengan kata lain, bertaqorrub yakni menjadikan sesuatu selain allah sebagai muqorrib pada allah, itu adalah bentuk penuhanan kepada selain allah. dan ini berarti menyekutukan sesuatu pada allah. dan ini juga berarti kafir terhadap dakwah tauhid.
.
akan tetapi setelah menuai banyak hujatan dengan dalil dalil yang shohih akan kekeliruan konsep mereka (), maka mereka memodivikasi konsep nya itu dari yang asalnya mutlak menjadi muqoyyad hingga akhirnya mereka menjadikan konsep takfir nya sebagai berikut : “menjadikan sesuatu sebagai wasilah kepada allah akan menjadi bentuk penuhanan kepada nya apabila memenuhi semuanya dari tiga keriteria” :
.
(1) apabila wasilah yang di jadikan muqorrib itu berupa makhluk.
.
kita tahu bahwa segala sesuatu selain allah itu adalah makhluk, termasuk suara dan amal perbuatan, semestinya bertaqorrub dengan semisal suara adzan itu adalah syirik, dan semestinya bertaqorrub dengan amal semisal menjadi pelayan nabi saw juga syirik. akan tetapi kenapa tidak di hukumi syirik?, alasan nya pasti karena disana tidak ada maksud atau potensi untuk menjadikan nya sebagai tuhan.
.
(2) apabila makhluk yang di jadikan wasilah untuk taqorrub (catatan : kata kata taqorrub ini mewakili dua kata kata tabarruk dan tawassul. tabarruk atau tawassul pada allah atau pada rohmat allah /untuk mendapat barokah allah) itu berbentuk dzat.
.
kita tahu bahwa dzat ataupun bukan dzat (perkara abstrak atau bathil/ tidak tsubut, atau takhayyul atau tidak ada yakni sesuatu yang dusta atau dusta ada nya) jika memang di niatkan untuk dijadikan tuhan atau di yakini itu adalah bagian bagian dari tuhan maka itu jelas adalah bentuk penuhanan. seperti penuhanan terhadap dewi kwan im atau ibu peri. jadi persyaratan harus dengan dzat ini adalah bathil.
.
Anehnya disini, walaupun tampa niat dan tampa potensi menuhankan maka wajib di hukumi syirik. memangnya menuhankan itu harus dengan niat menuhankan? tentu. karna tidak ada cerita nya orang menuhankan sesuatu padahal dia tidak menganggapnya tuhan. beda dengan amal perbuatan seperti ketika orang islam yang dengan sengaja dan tampa paksaan bersujud pada patung.
.
(3) apabila dzat itu sudah mati/ benda mati. yakni apabila dzat yang dijadikan muqorrib itu sudah mati atau benda mati maka disini pastilah ada perasaan penuhanan terhadapnya.
.
Kita tahu bahwa perasaan penuhanan terhadap sesuatu itu tidak harus menunggu matinya sesuatu tersebut seperti kaum fir-aun yang menuhankan fir-aun dan orang jahiliyah yang menuhankan malaikat.
..
setelah konsep tiga keriteria ini juga di dustakan oleh ahlus sunnah wal jama-ah, maka terpaksa beralih ke konsep yang ke empat yaitu :
.
(4) karna tidak di lakukan nabi saw ataupun ulama salaf. yakni karna taqorrub dengan dzat (tawassul dan tabarruk) itu tidak di lakukan nabi saw dan ulama salaf, maka berarti taqorrub yang demikian itu adalah syirik. andaikan bertaqorrub dengan dzat mati itu bagus (tidak syirik) maka ulama salaf pasti sudah mendahului kita melakukan nya.
.
konsep ke 4 yang menggunakan kaidah persis kaidahnya kaum kuffar makkah untuk menolak dakwah tauhid nabi saw ini sangat mengada ngada. sebab tidak ada alasan syirik karena sesuatu itu tidak dilakukan ulama salaf. lantas menjadi syirik. jika alasannya demikian, maka segala bentuk kebaikan yang tidak di lakukan ulama salaf maka semestinya juga syirik jika dilakukan oleh kita. ini khan aneh bin ajaib.
.
Apakah benar ini tidak di lakukan nabi saw dan sahabat?
https://wachyin.wordpress.com/dalil-shohih-tabarruk/
.
Setelah konsep ke empat juga di dustakan dengan hadits dan atsar sholeh tentang taqorrub (tawassul + tabarruk) dengan selain nabi, maka beralih ke konsep yang lima, yaitu :
.
(5) nabi saw tidak pernah menganjurkan tabarruk selain kepada diri nya. Yakni haram dan syirik jika bertaqorrub (tawassul + tabarruk / tawassul kepada rohmat allah + tabarruk untuk mendapatkan barokah allah) dengan selain rosul saw. padahal mereka itu mengkafirkan orang orang yang bertaqorrub (tawassul + taqorrub) dengan nabi saw. sampai sampai mereka hendak menghancurkan makam rosul saw. ini khan gak nyambung.
.
Benarkah tidak ada anjuran kepada selain nabi? https://wachyin.wordpress.com/2015/06/16/dalil-tabarruk-bab-2/
.
Setelah konsep ke lima ini di dustakan dengan dalil dalil shoheh , maka beralih ke konsep yang ke enam, yaitu :
.
(6) taqorrub nya orang islam aswaja dengan kuburan para sholihin kepada rohmat allah itu sama dengan taqorrub nya umat nabi sholeh as (kalau tidak salah) yang menciptakan patung (gambar) dari orang orang yang sholeh yang sudah mati kemudian di sembah.
.
Ini juga termasuk langkah langkah pembodohan kepada umat manusia yang dilakukan oleh kaum yahudi. kenapa demikian? karena diangkatnya kisah kaum nabi sholeh ini ke permukaan sampai sampai menciptakan kisah nya dalam bentuk film kartun dengan judul “berhala pasca islam adalah kuburan para wali”, itu tidak lain karena memang untuk mendukung pemahaman sesat mereka terhadap ayat 3 az zumar diatas.
.
padahal umat nabi sholeh itu memang menuhankan patung batu yang di lukis seperti duduk bergamis dan bersorban. Lalu mereka semua memunajatinya sama seperti ketika orang kristen memunajati patung yesus. jadi bukan niat tabarruknya yang salah tapi penuhanan nya.
.
Setelah konsep takfir yang ke 6 juga ternyata palsu, maka loncat ke konsep takfir yang ke 7 yakni :
.
(7) taqorrub nya orang islam aswaja diareal pekuburan itu sama dengan kesukaan kaum yahudi yang menjadikan kuburan nabi nabinya sebagai mesjid. Hal ini tidak lain adalah tasyabbuh pada orang kafir. Tasyabbuh pada orang kafir hukumnya menjadi kafir juga.
.
namun ternyata haditsnya berbicara lain. hadits tentang yahudi yang menjadikan kuburan sebagai mesjid yang mereka bawakan dalam hal ini tidak mereka fahami sesuai asbabul wurudnya. dimana asbabul wurudnya adalah mengomentari kabar dari sayyidah aisyah r.a yang mengabarkan pada nabi saw bahwa kaum yahudi telah menjadikan kuburan para nabi nya sebagai tempat ibadah. intinya yang dilaknat nabi saw itu bukan soal kesukaan menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah tapi agama yahudinya itu sendiri. dimana agama yahudi menganggap nabi nya (uzair) sebagai anak tuhan. memang di dalam islam itu di makruhkan sholat di areal pekuburan atau bila menghadap langsung ke kuburan, tapi yang dimakruhkan itu hanya ibadah yang berupa sholat saja. itu pula jika tidak yakin suci. adapun ibadah lain seperti ziarah, doa untuk ahli kubur, salam ke ahli kubur, itu malah dianjurkan sering sering untuk kekuburan. karna tempat ibadahnya memang kuburan. imam syafie jelas jelas menganjurkan untuk menghatamkan al qur-an didekat kuburan. bahkan allah swt dalam surat alkahfi memuji kaumnya ashabul kahfi yang menjadikan areal pekuburan ashabul kahfi sebagai mesjid. jadi pemahaman diskriminatif itu tak perlu di paksakan.
.
Setelah konsep takfir yang ke 7 juga ternyata palsu, maka loncat lagi ke konsep takfir yang ke 8. yakni :
.
(8) taqorrub nya orang islam aswaja diareal pekuburan itu sama dengan kesukaan kaum syiah yang menjadikan kuburan imam imamnya sebagai sesembahan. Alias murtad. Alias kafir. ini sebenarnya sama dengan konsep takfir yang ke 6 dan yang ke 7. bahasan nya juga tak akan berhenti berputar putar pada ayat 3 az zumar diatas. Tapi apa boleh buat jika harus juga di angkat ke meja hijau untuk memenuhi tuntutan lawan hehe.
.
Tinggal konsep takfir yang ke 9. Yaitu :
.
(9) tauhid itu ada 3. Uluhiyah, rububiyah, asma was shifat.
.
Ceritanya begini, jaman jahiliyah dulu, orang orang itu bukan tidak tahu pada tuhan allah, tapi menurut yahudi orang orang jahiliyah itu cuma menganggap allah sebagai tuhan rububiyah saja (robb /pengatur alam). Tidak mengakui allah sebagai tuhan uluhiyah (ilaahu /sesembahan). buktinya mereka masih bertuhan yakni bertawassul dengan berhala (jadi masih dalam putaran azzumar ayat 3 nih hehe). lalu datanglah islam yang menyatukan rububiyah dan uluhiyah hanya kepada allah saja. itulah tauhid orang islam dizaman nabi saw dan ulama salaf. kemudian datang suatu masa orang orang islam berbalik ke zaman jahiliyah lagi. yaitu sudah mempetakkan lagi antara rububiyah dengan uluhiyah. buktinya mereka suka tawassul dan suka tabarruk dengan selain allah, padahal dalam ayat 3 azzumar sudah jelas perbuatan itu adalah syirik. nah betul khan kalau bahasan nya bakal cuma muter muter di ayat 3 azzumar? Begitulah kawan, ,, sungguh memprihatinkan…. Akhirnya ane capek juga ngoceh ngoceh dari tadi. Yaudahlah, was salam..
..
Was salamu ‘alaykum wr wb. Sampai jumpa kapan kapan lagi..

Iklan