CLOTEHAN WAHABI
.
.
Banyak sekali cloteh cloteh wahabi kepada kita aswaja (mayoritas muslim dunia segala zaman semenjak zaman nabi dan sahabat ) diantara cloteh wahabi yang selalu kita dengar itu yaitu :
.
.
“ibadahnya orang aswaja bernyanyi kayak orang nasrani”
.
“ibadahnya orang aswaja pakai musik”
.
“ibadahnya orang aswaja geleng geleng kepala”
.
“ibadahnya orang aswaja teriak teriak pake spiker mesjid”
.
“di mesjidnya orang aswaja ada beduknya”
.
“dikiran nya orang aswaja pakai komando”
.
“ibadahnya orang aswaja pakai nawaytu dan usholli”
.
dan seterus nya.
.
.
Mungkin mereka menganggap semua apa apa yang di kaitkan terhadap agama tampa dalil langsung tentang anjuran sekaligus cara pelaksanaan nya secara detail itu adalah bid’ah dan itu sesat dan tidak ada kebenaran setelah kebenaran (fama ba’da l haqqi illa ddholaal) oleh karena itu mereka selalu saja merengek rengek minta dalil hadits langsung tentang semua apa yang kita lakukan walaupun apa apa yang kita lakukan itu sudah termasuk dalam keumuman dalil yang masyhur. Mungkin di dada mereka sudah terbubuhi omongan ustadz ustadz mereka yang selalu bilang “agama aswaja agama nenek moyang” (ma wajadna ‘alayhi abaa-anaa : cuma asal ikut nenek moyang saja tampa tahu hukum hukumnya) Yach begitulah kita dalam pandangan mereka.
.
.
Oke kita lanjutkan pada apa yang hendak di bahas dalam tulisan ini yaitu untuk merefresh ingatan kita tentang hukum dari apa yang kita lakukan. Kita dahulukan pembahasan tentang musik dan syair dan yang lain nya ngikut. Kita setting pada dialog tanya jawab agar lebih ringan.
.
.
(1) bagaimanakah musik dan bagaimana hukum nya?
.
musik adalah a’mal duniawai (perkara dunia). Musik ini hukum asalnya ada yang halal di mainkan dan ada yang haram. Diantara yang halal itu seperti rebana. Dan diantara yang haram itu seperti seruling. (sebaiknya kita pelajari ilmu agama /dalil dalil tentang musik ini sebelum bergegas mengomentari nya tampa ilmu)
.
(2) bagaimanakah syair dan bagaimana hukum nya?
.
Syair adalah a’mal duniawi, ada yang halal ada pula yang haram tergantung pesan pesan yang ada di dalam nya layak nya kata kata atau pembicaraan biasa. (Sebaiknya pula kita pelajari dalil dalil agama tentang syair ini sebelum lidah menjadi gatal untuk bercloteh)
.
(3) kenapa syair dan musik di bilang perkara dunia?
.
Jawaban nya karena agama tidak ikut campur dan tidak ikut mengatur terhadap keduanya. Baik dalam cara membuat keduanya bagus atau yang lain lain. Agama hanya memberi batasan batasan agar keduanya tidak sampai pada kemungkaran. Layaknya ahwal duniawi yang lain.

(4) apa hubungan nya dengan clotehan mereka?
.
Karna apa apa yang mereka clotehin itu termasuk perkara dunia, dan termasuk pada perkara dunia yang boleh, Maka akal fikiran dan pemahaman kita, kita langsung tujukan pada hadits hadits di bawah ini (kalau tidak salah lafadl nya seperti di bawah ini)

انما الاعمال بالنيات وانما لكل امرئ ما نوى

“innama l a’malu bi nniyati wa innama likulli mri-in ma nawa :
.
sahnya amal itu tergantung niatnya / di nilai baik atau buruknya amal itu tergantung niatnya, dan bagi setiap orang itu apa apa yang ia niatkan (nilai dan balasan nya)” (al hadits)
.
keshohihan hadits ini sudah tidak di ragukan lagi oleh setiap golongan. Kemudian juga hadits di bawah ini (kalau tidak salah lafadl nya seperti di bawah ini) :

كم من عمل الدنيا يصير بحسن النية من اعمال الآخرة وكم من عمل الآخرة يصير من اعمال الدنيا بسوء النية ‏

“kam min a’maali ddun-ya yashiru bi husni nniyati min a’maali l-akhiroti , wa kam min ‘amali l-akhiroti yashiru min a’maali ddun-ya bi su-i nniyyati :
.
banyak pekerjaan pekerjaan duniawai yang menjadi amal akhirat karena baiknya niat, dan banyak pula pekerjaan akhirat yang menjadi amal duniawi dengan buruk nya niat” (al hadits)
.
Alhasil , Ketika a’mal dunia itu halal seperti sebagian musik dan sebagian syair , maka boleh di lakukan. dan Ketika boleh di lakukan maka boleh di niati dengan niatan yang baik /ibadah apabila di dalam nya terdapat dukungan atau bisa menjadi dukungan / alat terhadap kebaikan.
.
(5) siapa yang merintis dan bagaimna cara merintis nya ?
.
sebagai makhluk sosial dengan berbagai macam karakter dan kesukaan, maka – di setiap tempat dan pada setiap zaman, jalan untuk menuju atau menggiring manusia pada kebaikan melalui jalan yang “boleh” itu sekaligus menjadikan mereka lupa untuk melakukan perkara mungkar – itu akan berbeda bagi suatu kaum sesuai karakter , sikon dan tujuan nya. Sehingga melahirkan berbagai macam jalan yang halal untuk itu.
.
(6) halalkah kita merintis perkara duniawi sesuia karakter , sikon dan tujuan?.
.
Jawaban nya adalah hadits ini (kalau tidak salah lafadl nya seperti di bawah ini) :

أنتم أعلم بأمر دنياكم

“antum a’lamu bi amri dun-yakum : kalian lebih tau pada urusan duniawa kalian” (al hadits)
.
.
(7) halalkah kita meniati nya dengan niatan baik dan ibadah?
.
Jawaban nya adalah haidits di atas ” banyak perkara duniawi yang menjadi amal akhirat karena baiknya niat” yang pasti jika jalan dan isi serta tujuan nya tidak melanggar agama dan bahkan memang mendukung agama.
.
Alhasil , Jika semua nya sudah sesuai dengan dalil dalil agama dan tidak bentrokan dengan dalil dalil agama yang lain nya, maka begitulah hukum dan kebenaran nya.
.
(8) apa sajakah tujuan baik dari semua itu?
.
Tujuan nya agar mereka tetap mengingat agama dalam hal apapun termasuk dalam kegemaran nya. Begutu pula mereka akan terbiasa dengan hal hal yang berbau agama dalam hal apapun. Termasuk anak anak yang masih awam.
.
(9) apakah ini bid’ah ?
.
Tentu saja bid’ah, tapi sunnah. Di bilang bid’ah karena agama tidak menentukan caranya tapi kitalah yang merintisnya, di bilang sunnah (tidak wajib) karena apa yang kita rintis itu halal dan sekaligus sesuai dengan keinginan agama itu sendiri.
.
(10) apakah wahabi memahami ini ?
.
Hehehe hehehe hehehe hehehe hehehe hehehe hehehe hehehe hehehe
.
Tinggal beberapa pertanyaan yang mungkin harus di perjelas kembali yaitu :
.
(11) halalkah memasukkan pesan pesan kebaikan agama ke dalam syair ?
.
Sejak kapan yach ini gak boleh, padahal ada banyak para sahabat semasa nabi saw yang terkenal sebagai penyair ulung.
.
(12) halalkah menjadikan musik sebagai dukungan untuk agama ?
.
Belum ada cerita nya menggabungkan sesuatu yang halal di gabungkan dengan yang baik itu tidak boleh. Selagi tidak merusak dan tidak bentrok dengan aturan agama yang lain. Oleh karena itu hal ini harus di barengi dengan banyak pertimbangan. Agar tidak bentrok atau merusak aturan agama yang lain.
.
(13) apakah ini semua bisa menjadikan syubhat bahwa semua itu datang secara langsung dari agama secara khusus /ada haditsnya langsung?
.
Yang punya kekwatiran seperti ini ya cuma orang orang yang menganggap setiap pekerjaan duniawi yang agak berbau agama itu sesat. Karna mereka menganggap orang orang aswaja itu bodoh dan tampa pengawasan. Padahal mereka sendiri belajarnya cuma daurohan.
.
sampai disini dulu corat coret kali ini saya akhiri. Mohon koreksi dan mohon bimbingan nya. Terima kasih. Wassalaamu ‘alaykum wr.wb.
.

Iklan