apakah orang mati dapat mendoakan orang yang masih hidup ? bab 2 (dua)
.
Dalam artikel sebelumnya mengenai “apakah orang mati dapat mendoakan orang yang masih hidup ” sudah kita bahas bahwa kita punya dalil ayat dan hadits tentang ini , yaitu dalam surat yasin dan hadits kirim salam nya nabi ibrohim pada umat muhammad ketika isro’nya nabi saw.
.
Inti keterangan yang ada pada surat yasin itu adalah seseorang yang sudah mati karna di bunuh kaumnya di sebabkan membenarkan dan membela utusan allah beliau berharap agar kaumnya juga beriman seperti dirinya telah beriman agar kaumnya itu juga mendapatkan apa yang beliau dapatkan. Berarti Dalam ayat ini mengandung doa atau harapan baik (dari beliau di dalam kubur) bagi kaumnya (yang masih di dunia) agar apa yang beliau dapat juga di dapat oleh mereka
.
Inti dari salam nya nabi ibrohim yang dititipkan kepeda nabi muhammad saw untuk umat muhammad dimana nabi ibrohim sudah meninggal dunia ribuan tahun itu menandakan mungkin nya nabi ibrohim yang sudah meninggal ribuan tahun tersebut mendoakan umat muhammad yang masih ada di dunia bahkan masih belum terealisasi dan bahkan masih belum di lahirkan ribuan tahun setelah nya.
.
Kemudian pada bab dua ini saya berkehendak mengusulkan dua atau bisa di katakan tiga usulan mengenai mungkin nya orang mati mendoakan orang yang masih hidup. satu : ayat dari surat aliemron ayat 169 sampai ayat 170. dua : salam nya umat muhammad muhammad pada nabi muhammad. tiga : salam nya kita yang masih hidup ketika lewat dekat kuburan orang yang mati.
.
Pertama : ayat 169 – 170 aliimron.
.

ولا تحسبن الذين قتلوا في سبيل الله امواتا بل احيآء عند ربهم يرزقون . فرحين بما آتآهم الله من فضله . ويستبشرون بالذين لم يلحقوا بهم من خلفهم الا خوف عليهم ولا هم يحزنون

.
“dan jangan sekali kali kamu menyangka bahwa orang orang yang di bunuh di jalan allah itu adalah orang orang yang mati. Malah mereka hidup di sisi tuhan nya serta di beri rezeki. Mereka bergembira hati dengan apa yang di berikan allah pada mereka Dari kemurahan allah. Dan mereka bergembira hati terhadap orang orang yang di belakang mereka yang belum menyusul mereka | yang belum sampai ke tempat mereka. Bahwa tiada ketakutan bagi mereka (yang di bunuh di jalan allah) dan mereka tiada bersusah hati”
.
makna “ibtibsyar” (bergembira : memberi kabar gembira)disini adalah bergembira hati sambil mengharapkan orang lain juga bergembira hati dengan sebab dan akibat yang sama. Baik sama datnya atau sama maknanya. Semakna dengan ayat 61 asshoffat menurut “qiil” bahwasanya orang orang yang (bakal) masuk surga (yang enak dalam kubur karena amalnya) mengatakan :
..

لمثل هذا فليعمل العاملون

.
“seharus nya pada semisal ini (amal yang kami dapat pahala besar karena nya) orang orang yang beramal (yang masih mungkin beramal karna masih hidup) itu beramal”
.
asshoffat ayat 61. Ayat ini bermakna dorongan dan harapan. Dorongan pada kebaikan dan harapan agar mendapat pahala dari kebaikan itu. Dan ini (dorongan dan harapan) di lakukan atau timbul dari orang yang sudah mati untuk orang yang masih hidup.
.
Oleh karna yang di permasalahkan adalah “mungkinkah orang mati dapat mendoakan orang yang masih hidup? ” maka saya datangkan ayat ini. Kenapa? karna orang mati syahid (dalam perang yang di kisahkan dalam ayat ini) dan orang yang mati karna di aniaya kaumnya (yang di kisahkan dalam surat yasin) itu juga di katakan “orang mati” (ruhnya berpisah dari jasadnya dan berada dalam alam barzah). Bukan hanya yang mati dengan cara biasa saja seperti mati nya para ‘aamilun (asshoffat 61 menurut qiil). begitu pula dalam dua hadits yang kita bicarakan saat ini.
.
Kedua : salam nya nabi saw pada umat nya yang bersalam kepada nya. Dalam beberapa hadits nabi saw menjelaskan bahwa siapa saja dari umatnya yang ber”salam kepada beliau maka beliau akan menjawab nya dari dalam alam kubur . Jawab salam atau salam ini adalah doa. Dan doa ini di lakukan nabi saw di dalam alam kubur (beliau sudah wafat) untuk umatnya yang bersalam kepada beliau dari semua tempat dan waktu di alam dunia (umatnya masih hidup).
.
Kejelasan hadits hadits tentang ini kiranya sudah tidak perlu di perpanjang lagi serta keshohihan nya sudah tidak perlu di ragukan lagi.
.
Ketiga : salam nya kita pada ahli kubur di saat melewati kuburan para muslimiin. Kita di anjurkan oleh agama (hadits) untuk memanggil salam pada ahli kubur dari golongan orang orang islam ketika melewati kuburan mereka persis sebagaimana salam kita terhadap orang orang yang masih hidup. Bahwasanya mereka dapat menjawab | akan menjawab salam dari kita itu. Kita tahu Jawaban salam atau salam dari mereka (yang sudah mati pun) itu adalah doa padahal mereka sudah tidak bisa lagi berdoa untuk diri mereka sendiri. tapi untuk orang lain yang masih hidup ternyata mereka di mungkinkan oleh allah swt.
.
(catatan : yang belum sepekat dengan saya pada bahasan ketiga ini atau lain nya, silakan cari sendiri hadits hadits nya serta keterangan dan pemahan pemahaman nya menurut ‘ulama. Jika ternyata saya salah, saya mohon maaf dengan sangat. Dan mohon koreksinya. Serius)
.
Kemudian Jika mungkin ada seseorang yang bertanya Apakah karna mereka berdua itu nabi lalu allah mengizinkan mereka berdoa untuk orang lain yang masih hidup? Tidak. Sama sekali tidak, karna dalam dua ayat di atas juga di jelaskan bahwa mereka yang ber”istibsyar” pada umatnya yang masih hidup itu bukan “nabi” tetapi sebagian dari “umatnya nabi” saja. Dan dalam satu ayat ashoffat tersebut juga demikian (bukan hanya nabi tetapi juga para ‘amiluun).
.
Artikel ini di tulis adalah untuk menolak anggapan manusia jenis wahhabi dalam hal menolak tabarruk atau tawassul (dalam keyakinan aswaja para wali dapat mendoakan dari dalam kubur) mereka mengatakan bahwa “orang mati tidak bisa berbuat baik (berdoa) buat dirinya sendiri apalagi untuk orang lain”. dengan artikel ini kita akan tahu bahwa kiasan awlawi kepunyaan mereka itu adalah kiasan yang 1000,9% gagal 🙂 😀
.
Akhirnya saya capek juga, sudah waktunya mengakhiri acara “tulis menulis uneg uneg” pada kesempatan kali ini edisi selasa 26 04 2016 . Insya allah kita sambung pada kesempatan berikutnya dengan pembahasan yang sama. Mohon koreksi dan bimbingan dengan sangat. Sekian dan terima kasih. Was salaamu ‘alaykum wr wb.
.

Iklan