CARA MENYELASAIKAN MASALAH DENGAN HAKAM
.
Ketika pasangan suami istri punya masalah hingga keaambang perceraian, dan keduanya sudah tidak mampu untuk menyelesaikan masalah yang menimpa, nasehat orang tuapun sudah tidak mempan, maka allah swt menawarkan cara atau ikhtiyar untuk menyatukan keduanya kembali. Cara penanganan yang ditawarkan oleh allah swt ini dijelaskan dalam surat Annisa’ ayat 35.
.
“apabila kalian khawatir diantara pasutri akan terjadi kerenggangan (perceraian), maka utuslah oleh kalian seorang hakam (orang adil bijaksana yang ahli musyawarah) dari pihak suami dan seorang hakam dari pihak istri. Apabila kedua hakam itu menginginkan perbaikan (dalam masalah keduanya) maka allah akan menyampaikan bagi pasutri itu pada perbaikan (mempersatukan keduanya kembali)”
.
hakam yaitu hakim angkatan dari orang biasa. Bukan hakim negara. Bisa disebut pengacara namun bukan seperti pengacara yang ada pada zaman sekarang. Bukan orang bayaran untuk membela. Tapi untuk memperbaiki. Dan bukan untuk berbicara didepan hakim agung.
.
Rincian atau detail atau Syarat Syarat bagi seorang hakam yang benar sebagai berikut :
.
A. seorang yang yang adil dan bijaksana
B. ahli dibidang perbaikan masalah
C. tidak memihak yang diduga dekat pada “salah”
D. hanya bertujuan menyelesaikan masalah
E. menerima usulan baik dari orang lain sekalipun bukan timbul dari akal fikirannya sendiri
F. berfikiran tua sekalipun belum tua
G. tidak memegang gosip/ fitnah orang orang
H. tidak suka sogok, rayu, dan buruk sangka
I. mengakui /menerima kelemahan masing masing pasutri
J. pertimbangan yang matang seklipun hal kecil
K. menguasai lika liku masalah yang ada. dan juga menguasai watak, sifat, dan kebiasaan dua pasutri. Begitu juga kelemahan dan kelebihan masing masing. Dan ini biasanya tidak mengetahuinya kecuali orang dekat.
L. Kedua hakam ber-missi sama. Yaitu untuk memeperbaiki. Bukan untuk saling adu kemampuan dan bukan untuk saling menonjolkan diri.
M. Kedua hakam mampu berbicara benar secara logis sehingga bisa diterima tampa ada alasan bagi keduanya untuk menolak lagi.
N. mampu mengimbangi keluhan serta watak kedua pasutri
O. dll
.
Jika semua syarat terpenuhi oleh hakam, dan pasutri bisa menerima kebenaran yang disampaikan secara halus oleh masing masing dari kedua hakamnya, maka allah menjamin akan menyetukan kembali pasutri tersebut. Dan jika sampai terjadi perpisahan, Itu berarti missi keduanya (pihak suami dan pihak istri) sudah tidak sama, atau tidak seperti pada rincian yang telah disebutkan. Dengan demikian, akan jelas pula dimata manusia mana diantara kedua belah pihak yang menghendaki perbaikan dan mana yang tidak.
.
Edisi kamis 01 februari 2017
.

Iklan