tafsir surat alma-idah ayat 51 bab 1
.
.
kamu harus faham bahwa
(1) auliya punya beberapa makna. Diantaranya teman, kekasih, pemimpin, penguasa, dll. Tengok aja dalam kamus arab. Ketika orang arab dan para ulama mengetahui bahwa auliya’ itu biasa dan lumrah dipakai untuk menunjukkan beberapa makna atau salah satunya, apa iya mereka akan mengingkari pemakaian nya terhadap beberapa makna tersebut?
.
Ini adalah kalimat2 yang ditashrif dari walia :
Walla : memberi kuasa
walia : menguasai
tawalla : menguasai / berpaling / mengasihi.
Waalaa : menjadikan teman / menjadikan penguasa
.
Waliyyun : kekasih, teman, penolong,
auliya-un : banyak kekasih/ para wali /.
Waalin / mutawaalin: menguasai.
.
Dalam bahasa indonesia Layaknya kata “kuda kuda”. Kadang adalah kuda kuda maksudnya hewan. Kadang kuda kuda maksudnya posisi ilmu silat. Kadang kuda kuda maksudnya bangunan rumah. Terjadinya Macam macam makna dari satu kalimat itu hanya orang bodoh yang memungkirinya.
.
Sekarang (a) auliya-un yang berupa jamak taksir itu di ambil dari kalimat apa? Maka semua ulama termasuk ahli bahasa arab akan menjawabnya “itu berasal dari mufrod kata waliyyun.

(b) terus waliyyun itu bermakna apa dalam pemakaian bahasa yang menjadi bahasanya hadits dan qur’an ? Tentu saja mereka orang arab dan ahli bahasa arab akan menjawabnya dengan :
.
“tergantung susunan, kadang bermakna teman atau kekasih, contoh : para wali allah / auliya’ allah. Contoh : “ingatlah bahwa para kekasih (kesukaan termasuk teman/ idola) allah itu tidak ada ketakutan bagi mereka dan tidak pula mereka bersedih hati” yunus 62.
.
الا ان اوليآء الله لا خوف عليهم ولاهم بخزنون
.
kadang bermakna penolong atau pelindung atau pemimpin atau penguasa / pengatur semua urusan . contoh : “sesungguhnya pelindungku adalah allah yang menurunkan alqur’an, dan dialah yang melindungi orang orang sholeh ” al’a’rof ayat 196.
.
ان وليي الله الدي نزل الكتاب وهو يتولى الصالحين
.
Kadang pula bermakna berpaling. Contoh : “apabila mereka berpaling muka, maka katakanlah wahai muhammad “yang mencukupiku adalah allah. Tiada tuhan selain dia. Padanya aku berserah segala urusan. Dialah tuhan arsy yang agung” attaubah ayat 129.
.
فان تولوا فقل حسبي الله لا اله الاهو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم
.
Ingat yach… Jika kamu mendustakan terjadinya macam macam makna tersebut berarti kamu mendustakan alqur’an. Dan itu ketoyolan yang nyata !!! Kenapa? Karna dalam bahasa indonesiapun terjadi keberagaman makna seperti demikian. Itu yang disebut sebut “ta’addul ma’na” oleh orang/ ulama ahli bahasa arab.
.
PERTANYAANNYA
.
Setelah kamu mengetahui macam macam makna auliya yang digunakan oleh bahasa yang menjadi bahasa alqur’an dan hadits, maka makna apa yang menurutmu cocok untuk memahami dengan benar ayat auliya yang ada di surat almaidah itu?
.
Pertama Kamu ahoktaikers sudah mendustakan auliyaa’ bermakna pemimpin . Keinginan kamu itu mau di maknai apa? Maka pilihan kamu ada tiga karna yang satunya sudah kamu dustakan:
.
(1) bermakna “teman atau pelayan pribadi” – kah? jika kamu memaknainya dengan makna teman atau kekasih, terus bagaimana nabi saw mempraktekkan alqur’an? Andai nabi saw memaknainya sebagai teman atau kekasih hati, maka nabi saw dan para sahabat tidak akan pernah punya pelayan pribadi dari orang yahudi dan nasrani.
.
(2) Atau mau kamu maknai “kekasih hati”, jika kamu memaknai nya “kekasih hati” maka niscaya islam akan melarang untuk menjodohkan sepasang keksih muslim vs non muslim. Nyatanya islam memperbolehkan per-kekasih-an lintas agama.
.
(3) atau bermakna “orang orang yang berpaling” atau “berpaling”, tapi saya kasih bocoran kalau makna itu sangat tidak mungkin untuk dijadikan makna ayat almaidah tersebut. Hehe.
.
Dan saya mau tanya, dari isi komentar saya ini, kata kata saya yang mana yang kamu atau ustadz ahokersmu tidak setuju, silakan kita bahas.
.