DALIL DALIL SHOHIH TAWASSUL TABARRUK BAB 2
.

HALALKAH TABARRUK DENGAN SELAIN NABI?

.

pertama aliran yang kita kenal dengan aliran wahhabiyah menganggap bahwa tabarruk itu mutlak memusyrikkan, baik pada nabi atau bukan. lalu setelah aswaja menerangkan dalil hadits akan kehalalan nya, aliran wahhabiyah menjawab bahwa itu hanya khusus untuk bertabarruk pada nabi saja, jikalau bertabarruk pada selain nya maka tetap di hukumi mensyirikkan. dengan begitu separuh pernyataan wahhabi yang kedua berubah 50% dari pernyataan pertama dimana mereka itumenghukumi syirik secara mutlak. alasan kesyirikan nya pun hanya karena menganggap bahwa nabi saw tidak menganjurkan umat untuk bertabarruk dengan selain nabi. walaupun alasan itu tidak masuk akal tapi okelah kita tanggapi dengan dalil dalil lagi yang menghalalkan tabarruk pada selain nabi. salah satu nya sebagaimana dibawah ini.
.

bukti bahwa tabarruk dengan selain nabi itu halal salah satu nya adalah :
.

(1) ketika allah swt sendiri memuji dan membela para muslimin yang menjadikan areal kuburan ashabul kahfi sebagai mesjid. penjelasan nya dalam kitab tafsir jalalain surat alkahfi. itu tidak lain adalah untuk bertabarruk kepada ashabul kahfi, beliau beliau bukanlah nabi tapi hanya orang wali atau orang sholeh yang istimewa.
.

Ketika itu di puji dan di bela oleh allah, maka tidak mungkin tidak halal, dan pasti baik dan mendatangkan kebaikan. dan bukanlah perkara yang dapat mensyirikkan. sebagaimana telah disalah duga oleh manusia manusia yang tak bertanggung jawab. mungkin akan di katakan bahwa itu bukan syariat kita, maka jawaban nya, walaupun misalnya bukan syariat kita akan tetapi jika pada kaum ashabul kahfi itu bukanlah kesyirikan kenapa bisa menjadi kesyirikan buat kita? padahal tauhid kita dan tauhid mereka sama. jadi tidak ada alasan untuk menganggap rusaknya tauhid hanya karena bertabarruk pada selain nabi dan tidak ada alasan pula untuk menulak dalil ini.
.

(2) tabarruk itu beda tipis dengan tawassul yakni sama sama mengharapkan rohmat allah dari suatu kebaikan yang dimiliki orang lain yang sholeh. dalam melakukan tawassul dan tabarruk kita seoalah olah pergi ke daerah yang sedang hujan agar badan kita tercucuri air hujan juga dimana di daerah kita itu sedang musim kemarau.
.

jadi ketika salah satu dari tabarruk dan tawassul itu halal,maka halal juga lah salah satu yang lain nya.
.

Ini adalah salah satu dalil hadits shohih dalam shohih bukhori tentang tawassul nya sahabat pada paman nabi s.a.w

.

عن انس ابن مالك إن عمر ابن الخطاب كان إذا فخطوا استسقى بالعباس ابن عبد المطلب فقال اللهم اناكنابتوسل إليك بنبينا فتسقينا وانانتوسل اليك بعم نبينا فاسقنا فيسقون اخرجه الإمام البخاري في صحيحه ج ١ ص ١٣٧
.

“Dari Anas bin malik bahwa Umar bin Khattab ketika menghadapi kemarau panjang mereka meminta hujan melalui Abbas bin Abdul Muttalib lalu Umar berkata: "Ya Allah, kami telah bertawassul dengan Nabi kami SAW dan Engkau beri kami hujan, maka kini kami bertawassul dengan Paman Nabi kita SAW, maka turunkanlah hujan ..”. maka hujanpun turun.” (HR. Bukhori)
.

(3) ini adalah riwayat shohih kehidupan imam syafie yang sering bertawassul dengan imam ahmad. di kemas khusus dalam tarikhul baghdad milik imam khotib al baghdadi.

.

عن علي ابن ميمون قال سمعت الشافعي يقول اني لأتبرك بابي حنيفة واجيئ إلى قبره في كل يوم يعني زائرا فإذا عرضت لي حاجة صليت ركعتين وجئت الى قبره وسألت الله تعالى الحاجة عنده فما تبعد عني حتى تقضى _ تاريخ البغدادي للشيخ خطيب البغدادي ج ١ ص ١٢٣

.

Dari Ali bin Maimun, ia berkata : Aku mendengar Imam As Syafi’i berkata : “Sesungguhnya saya senantiasa bertabarruk dengan Abu Hanifah. Aku senantiasa mendatangi makamnya setiap hari untuk berziarah. Apabila aku mempunyai hajat, aku sholat dua rokaat, lalu aku datangi makamnya, selanjutnya aku meminta kepada Alloh tentang hajatku di sisi kuburnya, tidak lama kemudian hajatku terkabul.” (Tarikh Baghdad, vol. 1 hal. 123)
.

.
(4) di riwayatkan pula dalam hadits shohih bahwa nabi adam .As bertawassul dengan nabi muhammad s.a.w agar allah mengampuni beliau dari larangan makhruh tanzih yang beliau lakukan. tidak ada ahli hadits yang menolak shohih hadits ini.

.
Pada saat nabi adam as bertawassul dengan nabi muhammad saw itu, itu nabi muhammad belum tercipta, nama beliau hanya sebagai kabar akan terciptanya beliau nanti pada saatnya, beliaupun beda alam dengan nabi muhammad saw dimana nabi muhammad saw masih dalam alam ruh, beliau juga belum di angkat menjadi nabi bahkan belum di nilai malaikat roqib athid sebagai orang sholeh sekalipun.

.
mungkin akan di katakan bahwa syariat nabi adam as beda dengan syariat kita, betul, bahkan di surga itu belum ada syariat khusus untuk nabi adam as, akan tetapi tauhid kita dengan tauhid nabi adam as itu sama. jadi ketika hal itu tidak merusak tauhid nabi adam as, mengapa bisa di katakan merusak tauhid kita?. nabi muhammad saw pun tidak pernah melarang kita untuk meniru nabi adam as dalam hal tersebut. mengapa kita yang berani lancang melarang nya? apakah karena itu bid'ah? bukankah bid'ah itu perkara yang tidak diketahui di zaman nabi saw? padahal semua yang kita bahas saat ini tercatat dalam hadits nabi saw dan qur-an nya. sekaligus sesuai dengan pemahaman ulama salaf

.

.
Jadi jargon wahhabersting "pahami agama sesuai pemahaman ulama salaf" sudah kita penuhi 😀 . dengan dalil dalil ini kita tidak perlu merasa terganggu dengan pentasyrikan mereka kepada kita 😀
.

was salamu 'alaykum wr wb