bagaimana tanggapan para ustadz mengenai hal ini

hidup adalah cobaan dan ujian. hidup adalah perjuangan dan tawakkal. setiap manusia pasti mengalami berbagai macam cobaan dan ujian dalam semua apa yang manusia itu hidup di dalam nya. mulai dari perkara yang terkecil hingga yang terbesar. baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, bersosial, beragama, dan bernegara. dimana maksud terjadi nya semua itu adalah agar manusia kembali kepada tuhan nya (inabah) dengan membawa persembahan berupa kesabaran dan kepasrahan dalam menghadapi hidup di balik ikhtiyar yang bijaksana sesuai dengan arahan arahan agama.

adalah pak soni. beliau orang biasa. beliau dalam hidup nya selalu saja di hadapkan dengan cobaan yang menguji kesabaran dan kepasrahan serta menguji ketaatan beliau dalam beragama.

sampai pada suatu hari beliau teringat pada kaset terjemahan alqur-an yang pernah beliau dengar dari suara spiker mesjid di kampung nya. beliau teringat pada suara terjemahan alqur-an berupa

“sesungguhnya kebaikan kebaikan itu memusnahkan keburukan keburukan”

dari ini beliau menarik kesimpulan dalam hati bahwa keburukan keburukan yang memberatkan hati dan fikiran yakni cobaan kepada manusia juga akan hilang dengan kebaikan kebaikan. walaupun beliau sadar bahwa ayat ini bukanlah dalil tentang cobaan yang terasa buruk atau berat. akan tetapi sepertinya ayat ini menjadi teori atau ilmu atau inspirasi bagi beliau dalam menghadapi cobaan agar dapat sesuai dengan maksud datang nya cobaan yaitu inabah kepada tuhan dan tentu saja seiring berjalan bersamaan dengan ikhtiyar yang tidak keluar dari lingkup taat dalam kelulusan nya.

setelah beliau sadar bahwa teori atau ikhtiyar yang di dominasi oleh akal fikiran tidak dapat menyelamatkan dari keterpurukan, (la malja-a minallah, illa ilallah) maka beliau semakin yakin bahwa dengan mendekatkan diri kepada tuhan dengan kebaikan kebaikan beliau akan lulus dalam cobaan dan segera menghilang atau setidaknya menjadi lebih terasa ringan. jadi beliau jalani hidup yang penuh cobaan ini dengan dua hal. Pertama, dengan ikhtiyar yang baik yang tidak keluar dari norma norma agama, dan Kedua dengan inabah kepada allah.

Adapun kebaikan yang berupa praktek prosesi inabah yang terbesit dalam hati beliau yang beliau lebih condong kepada nya dalam melawan keburukan yakni kekisruhan hidup yaitu dawam membaca alqur-an. dan beliaupun memilih dan mengatur bacaan bacaan alqur-an yang gampang untuk beliau baca demi memantapkan hati terlebih dahulu sebelum syaiton gampang mendatangkan rasa bosan dalam membacanya dan agar tetap senang dan tidak merasa berat dalam melaksanakan nya.

Beliau juga menjelaskan yang sebenarnya bahwa apa yang beliau jalani ini bukanlah untuk menukar ibadah kebaikan dengan kejayaan dunia. Beliau tidak mau ibadah kebaikan nya ini tercatat tampa pahala akhiroti. akan tetapi hal itu memenuhi kewajiban dimana dengan nya maka datanglah pertolongan allah dalam segala hal seperti janji allah dalam terjemahan qur-an lain nya

“sempurnakanlah janji janji kalian semua kepadaku, (hidup untuk ibadah. Red.) maka aku akan menyempurnakan janji janjiku kepada kalian semua (yang pas seperti keinginan kalian)”

alhasil, dengan demikian pak soni hidupnya merasa lebih terarah, lebih terasa lega, lebih bersyukur, lebih damai, dan tentunya lebih tesara bahagia dalam kesederhanaan. Berbeda dengan kehidupan sebelum nya yang hanya lebih terasa ruwetnya saja.. dan pak soni pun sangat bersyukur karena allah telah mengaruniai jalan kebahagiaan itu.

setelah hidup pak soni sudah terlihat tampa berbeda dari sebelum nya, maka para tetangga beliau pun penasaran akan apa rahasia hidup yang beliau jalani. maka dengan rasa senang pak soni menjelaskan semuanya tampa tersisa. untuk kemudian para tetangga itu sama sama menjalani wasiat wasiat pak soni hingga meluas dan menjadi tradisi turun temurun.

sampai sekarang tradisi yang sebagaimana di akui oleh mereka tak memiliki dalil secara khusus kecuali dalil umum dan bukti pengalaman (mujarrob) dari pak roni itu masih tetap melekat dalam kehidupan warga kampung pak soni. Jika mereka di tanya akan hal itu, maka mereka hanya akan menjawab nya demikian yakni kami tidak menganggap nya sunah tauqifi atau apapun kecuali bahwa hal itu adalah kebaikan diantara kebaikan kebaikan yang arahkan syariat yang telah di buktikan manfaat nya. Yang kami tahu, dan yang kami anggap sunah (tauqifi) itu hanya perkara yang di sampaikan dan di jelaskan berhukum sunah (tauqifi) oleh para muballigh secara terperinci. seperti sholat sunah dan lain nya. selain itu kami tidak mengetahui nya kecuali bahwa termasuk pada kebaikan kebaikan syariat yang mesti di jalani tampa merusak kebaikan kebaikan lain nya.

Iklan