KELICIKAN ISU REPUBLIK NUSANTARA
.
Sebelumnya maaf kalau bahasa artikel ini kurang fasih. Beberapa tahun lalu Isu untuk menjadikan nama negara kita republik indonesia berubah menjadi bernama “republik nusantara” dimana menurut mereka dalam banyak artikel (banyak artikel gituan kelihatan agak islami lhoh ! ) semua daerah melayu dan mandarin ini sebenarnya adalah yang di maksud “shine” dalam hadits (padahal hadits palsu) yang bermakna “nusantara” , kenapa bermakna nusantara? menurut mereka karna dulu gak ada yang namanya malaisia, indonesia, dll termasuk cina (padahal china sudah ada bersamaan dengan raja sulaiman dan itu jauh sebelum nabi muhammad)
.
Dimana Lebih tepatnya menurut mereka “shine” itu adalah daerah negara kita “indonesia”, kenapa demikian, karna dizaman nabi saw dinusantara ini belum ada ahli ilmu agama islam, yang ada adalah ilmu budi pekerti yang tinggi. Jadi sebetulnya nabi saw menyuruh umatnya belajar ke negri shine itu adalah dalam masalah ilmu budi pekerti. Dan daerah yang masyhur punya ilmu budi pekerti yang benar benar tinggi itu adalah jawa (pusat daerah nusantara),
.
Mereka mengkait2kan “nusantara” dengan china, china dengan “jawa”, dan jawa dengan “shine” atas nama baginda nabi muhammad saw. Demi mengicoh daya fikir dan kefahaman kita bangsa indonesia. Itu semua tak lain adalah propaganda besar penjajah untuk men”china”kan negara kita ini. Lihatlah !! Mereka menggunakan hadits palsu untuk menguasai mayoritas penduduk negri ini dengan pemhaman yang dipelintir habis habisan.
.
Isu islam nusantara dan isu islam kejawen adalah bagian dari propaganda mereka. Islam nusantara yang dekat maknanya dengan kejawen dimana kejawen adalah agama filosofi jawa kuno (hanya menurut mereka) yakni agama “kumpulan semua agama” (membenarkan ajaran semua agama) dan adalah mustahil “meyakini seluruh agama” kecuali bagi orang orang komonis, (yang dengan begitu berarti mereka munafik dari semua agama yang mereka mengaku mempercayainya) itu semua tak lain adalah bagian dari usaha “meng-komonis”kan indonesia. Dan di asia tak ada yang namanya komonis kecuali dari manusia manusia mandarin yang lebih tepatnya adalah “china”.
.
Taukah kita bahwa mereka “komonis komonis china” yang datang ke indonesia itu memilih suatu agama karna mereka terpaksa harus menganut sebuah agama walau tidak ada dihati mereka keyakinan sedikitpun terhadap agama yang mereka tulis di dalam “ktp”nya, oleh karna itu, dari pada mereka terkekang oleh sebuah ajaran agama, mereka akan merasa lebih baik membuat isu dan agama baru berupa “kejawen” versi mereka. Dimana dengan agama “yang membenarkan semua ajaran agama di dunia ini” yang mustahil dijalankan dan diaplikasikan kecuali dalam ucapan, mereka tidak akan tertekan oleh ajaran agama apapun. Yang demikian itu semakna dengan “komonis” yang tak mau terikat dengan suatu agama apalagi agama khusus.
.
Allah berfirman : لا الى هؤلآء ولا الى هؤلآء
.
“dan (orang orang munafik itu dalam hal keyakinan) tidak berpegang pada mereka (yang islam) dan tidak pula berpegang pada mereka (yang non islam), (mereka hanya cari enak dan nyaman saja dan bahkan mereka mengadu domba)” ……….. Cari dan fahami sendiri ayat ini !!! ………..
.
Dan pula dengan datangnya agama kejawen versi mereka “mayoritas muslim” diindonesia ini menjadi bulan bulanan aliran sesat yang di sebut wahhabi. Mereka wahhabi mengatakan kalau muslim indonesia ini seperti kejawen yang agama islam telah dirubah oleh nenek moyang sesuai filosofi jawa, dan tindakan perubahan itu tidak benar, hingga wahhabi menuding mayoritas muslim kita itu dengan tudingan “musyrik”. Lihatlah bagaimana “isu kejawen” ini telah membuat banyak kerusakan di negara kita.
.
Contoh kecil gaya penjajahan ringan yang membuat kita akan bungkam seribu bahasa, di telivisi ada acara perbincangan orang orang china yang curhatnya begini :
.
“banyak turunan china di indonesia tidak di luluskan kuliah gara gara mereka turunan china, hampir semua siswa dan mahasiswa turunan china dikala usai ujian itu dosennya nanya “kamu turunan china yach, iya, oh yaudah kamu gak lulus”
.
Itu semua adalah fitnah yang akan membuat kita terpojok dan merasa intolerans, dan akan membuat kita diam seribu bahasa. Tampa perlawanan hingga mau mendukung keberhasilan mereka di bidang apapun di negri kita termasuk dalam bidang kepemerintahan. Dengan begitu mereka akan merasa lega untuk menjalankan misinya. Dan mungkin mereka akan berbalik mengatakan ini fitnah, akan tetapi bagi orang orang yang sadar, dia akan bisa bedakan mana yang fitnah mana yang nyata.
.
oleh karna itu kita harus waspada dan teliti menerima suatu isu atau statemant ataupun berita dan informasi. Jangan pemahaman kita terpedaya oleh kelicikan para penjajah yang hendak menjajah hak kita atas bangsa dan negri ini. demi kita, keluarga dan anak cucu kita nanti.
.
Sekian terima kasih.